Kau Dihatiku Simbol Cinta dan Kasih Sayang Selamanya..
Hari yang cerah untukku memulai aktivitas hari ini, bahkan mentari pagi senantiasa menyoroti langkah cepatku. Terlihat suasana ramai dilapangan basket sekolah, ada segerombolan kakak kelas sedang melakukan ujian praktek mereka. Tanpa ku sadari sebuah bola basket mendarat dikepalaku.
” aduh..siapa sih yang nglempar bola ini sakit tauk!”
terdengar suara gaduh ditengah lapangan saat bola itu mengenaiku, terdengar nama abyque yang mereka tuduh.
”eh..maaf dek kamu nggak papakan,aku nggak sengaja,terburu-buru ya? Kenalin namaku anda anak kelas 12 AI-1.”jawabnya sambil menyodorkan tangan padaku.
Tanpa sadar mataku terus terarah padanya. Ni cowok keren ya? Tinggi lagi?pikirku.
“ hey..lady, nggak mau maafin aku ya, aku nggak sengaja?”
“eh..nggak, nggak papa kok kak?jawabku terkesima.
“beneran nggak papa,okey..aku kesana dulu ya,see you?”
“o…hu’u,see you too?”
Satu jam berlalu setelah kejadian tadi pagi. Rupanya hari ini ada ulangan dadakan dikelas untung saja aku sudah pelajari bab ini,jadi nggak terlalu kaget, pikirku.
Pukul 14.00 bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa aku lewat taman komplek dekat rumah, terlihat seorang cowok yang tidak asing bagiku sedang duduk sendiri disalah satu bangku taman.
“ kak anda, kenapa disini, kok nggak cepet pulang?”tanyaku sambil duduk disampingnya.
“eh..adek yang tadi pagi kena bola basket aku ya, nggak papa kok cuma pengen duduk disini ja?mau temenin aku, sebentar aja?”
“o..ya nggak pa kok? Oh..ya kenalin aku Vin, Yvine?”jawabku sambil menyodorkan tangan padanya.
Tidak terasa satu jam kita ngobrol banyak, bahkan dia tak canggung tuk bercerita padaku.
“udah sore kak pulang yuk?”
”o.. iya sampai lupa,eh ya rumah kamu mana?mau aku anterin,tapi Cuma pakai sepeda ini ja, bukan motor”tanyanya sambil mengambil sepedanya.
”o..rumahku deket sini kok?nggak usah, kakak pulang ja, kan besok ada TO, ntar capek lagi.” jawabku.
”nggak papa kok, ku juga pengen tau rumahnya adek?”
”okey..yuk jalan?”jawabku sambil duduk dibocengan sepedanya.
* * *
Minggu pagi yang indah.
” Vin, ada yang mencarimu?”
terdengar suara bunda yang memanggilku dari bawah.
”iya bun aku turun”
”Vin ada yang nungguin kamu diluar anaknya ganteng lho? Pacar kamu ya?”tanya bunda penasaran.
“pacar? Pacar yang mana! Bundakan tau ndiri Vin nggak punya pacar?”
bergegas aku keluar untuk menemui cowok itu.
“ pagi Vin, punya waktu, aku pengen ngajak kamu main basket dilapangan taman. Vin maukan?”
aneh sekali ni cowok baru kenal kemarin udah ngajak aku maen basket, ntar kalau aku kena bola lagi gimana, pikirku.
“ha..o..ya udah nggak pa,tunggu disini dulu ya aku mau ganti dulu.”jawabku heran.
Disepanjang perjalan dia banyak berbicara tentang keindahan kota Surabaya,padahal sedikitpun aku tak mengerti maksudnya. Saat kita bermain basket dia bercerita padaku kalau dia punya suatu rahasia penting, saat aku bertanya padanya, dia hanya tersenyum manis padaku. Huh..itu malah membuatku terkesima padanya.
“kenapa tadi kakak cerita soal Surabaya terus mangnya kakak pengen kuliah kesana ya? Nanti aku belajar basketnya sama siapa?”tanyaku sambil tersenyum padanya.
” iya, aku pasti balik kok, adhek tungguin saja?”jawabnya.
* * *
Tiga bulan sudah kita lalui waktu bersama. Hari ini hari kepergiannya untuk melanjutkan studinya ke Bandung.dia bilang akan menemuiku ditaman.
” kakak?ada apa kayaknya penting banget, 2 jam lagikan kakak berangkat?tanyaku.
” dek jika aku pergi adek mau nggak nungguin aku sampai pulang?”jawabnya sambil menyodorkan sebuah surat beramplom merah muda itu.
”kakak kenapa bilang gitu, adek bakalan nunggui kok,kan kakak udah adek anggap sahabatku?”
”terimakasih ya dek, ya udah samapai ketemu suatu saat nanti ya.” jawabnya sambil tersenyum padaku.
Sesampainya dirumah aku membuka surat merah muda yang terukirkan kata-kata yang tak terlalu panjang di dalamnya.
Dear Yvine,
Mungkin sesampainya surat ini padamu, aku sudah tidak ada dihadapanmu. Tiga bulan mungkin adalah waktu yang singkat untukku mengenalmu, tapi dari pertemuan itulah aku paham akan berharganya dirimu dihatiku. Bahkan masih banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, termasuk rahasia yang sempat aku katakan padamu. Vin jika boleh aku pinta pandamu, tunggulah aku sampai kembali tuk menemuimu suatu saat nanti. Dan jika aku kembali tampa ragaku, janganlahlah kau teteskan air mata itu dihadapanku.
Salam sayang dari sahabatmu.
La Aluna Tolu Yvine.
anda.
Tuhan apa yang ia maksudkan dalam surat ini, rahasia apa yang ia sembunyikan dariku, kembali tanpa raga, apa maksudnya.
Dua tahun berlalu, sejak kebergian kak anda ke Surabaya, sesekali aku lewat didepan rumahnya, tapi hanya ada pembantu yang sering keluar masuk rumahnya, tanpa sekalipun ku lihat wajah orang tua kak anda, apa mereka sesibuk itu sampai aku jarang melihat mereka.pikirku. Suatu hari pulang kuliah aku sengaja mampir kerumahnya.
” permisi..ada orang dirumah!”teriakku sambil mengetuk pintu rumahnya.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka.
”iya, mau cari siapa non?”
”maaf apa benar ini rumah kak anda, kalau saya boleh tanya apa orang tua kak anda ada?”tanyaku dengan rasa penasaranku.
” benar, mari masuk non saya panggilkan ibu dulu”
terlihat suasana megah didalam rumahnya.
” selamat sore tante maaf ganggu, saya Yvine, apa kak anda pulang tante, soalnya sudah lama saya tidak bertemu dengannya.”
” sore, Yvine adek kelasnya anda waktu SMA ya, anda cerita banyak soal kamu.”
” tapi maaf kenapa selama dua tahun ini kak anda tak pernah pulang apa dia sibuk dengan kuliahnya disana?”tanyaku makin penasaran.
” anda disana tidak hanya kuliah, sekitar satu bulan yang lalu penyakitnya kambuh, hanya Om yang kesana”.jawab tante sambil melihat foto kak anda.
” sakit, sakit apa kenapa kak anda tidak cerita padaku”
”Yvine, dia tak mau membuat semua orang sedih ketika ia pergi.”
” kenapa begitu, dia sakit apa tante?”tanyaku makin penasaran.
” anda terkena leukimia sejak ia menginjak SMA, Vin kamulah orang yang ditunggu anda waktu ia pergi.”
” apa??leukimia, tapi tante..”
”Vin, tunggu sebentar ya,tante mau mengambilkan sesuatu untukmu.”jawabnya sambil pergi menuju salah satu kamar.
Lama aku menunggu tante keluar dari kamar itu.
” Vin, ini buku harian anda, dia meminta tante untuk memberikannya padamu. Kamu baca ya Vin.”
” iya tante, ya udah tante saya permisi dulu. Selamat sore” jawabku sambil bergegas pergi dari rumah mewah itu.
Sesampainya dirumah kubaca buku harian itu dengan detail, betapa terkejutnya aku disalah satu halaman terdapat tulisan yang sama seperti yang ada didalam suratnya, kata La Aluna Tolu yang berarti aku mencintaimu. Tuhan apa yang harus aku perbuat, berhari-hari aku terbelenggu dalam kebingungan ini.
* * *
Beberapa bulan berselang, entah mengapa aku ingin kerumahnya, sesampainya didepan rumah kak abyque terlihat banyak sekali orang dengan menggunakan pakaian serba hitam. Terpampang karangan buka berduka cita, siapa yang meninggal pikirku. Diluar rumah terlihat seorang bapak yang terlihat sangat berduka dengan kematian ini, aku putuskan untuk turun dan bertanya pada salah satu pelayat.
” maaf Pak siapa yang meninggal.”tanyaku resah.
” anak Bu Hesti, yang kuliah di Bandung itu neng.”
Anaknya apa jangan-jangan, kepanikanku makin besar ketika ku lihat ibu kak anda menangis didepan jenasah yang ditutupi kain batik.
” tante, tante ini siapa?”tanyaku panik
” Yvine” jawabnya sambil memelukku.
” tante ini siapa!”teriakku
” Vin maafkan tante yang telah mengingkari janji anda terhadapmu.”
” apa maksud tante, mengingkari apa, kak anda mana tante kenapa dia tidak pulang,”
” dia pulang Vin, dia pulang, dia dihadapanmu sekarang”
Batapa terkejutnya aku, saat ku ketahui itu kak anda, orang yang aku tunggu kekembaliaanya selama dua tahun ini. Tuhan,apakah ini akhir penantianku, mengapa kau tak berikanku waktu untuk ungkapkan kata ini, ”bahwa aku juga mencintainya”.
* * *
Empat puluh hari sudah sejak kepergian kak Anda, banyak kenangan yang tak bisa aku lupakan darinya, aku sadar sikapku tak kan membuatnya kembali. Hanya satu pintaku Tuhan tempatkanlah ia disisi-Mu.
” The Ending ”
Tokoh Utama : Yvine
Anda
Tokoh Sampingan : Bunda Yvine
Orang tua Anda
Seting Tempat : Sekolah, Rumah Yvine dan Rumah Anda, Taman.
Alur : Maju
ฉ4byque_documents™
Thursday, May 26, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 Comments:
Post a Comment